Selasa, 28 April 2015

Generasi pertama Media Online di Indonesia

Generasi pertama Media Online di Indonesia - Wabah internet mulai mengemuka di publik saat jasa layanan internet komersil pertama yaitu Indonet berdiri pada 1994. Selanjutnya, tidak ada catatan yang akurat sejauh ini mengenai situs pertama Indonesia yang tayang di dunia maya. Catatan tentang media pertama yang hadir di internet jauh lebih pasti yaitu Republika Online (www.republika.co.id) yang tayang perdana pada 17 Agustus 1994, satu tahun setelah Harian Republika terbit. 

Berikutnya, pada 1996 awak tempo yang “menganggur”karena majalah mereka dibredel rezim orde baru pada 1994 mendirikan tempointeraktif. com (sekarang www.tempo.co). Bisnis Indonesia juga meluncurkan situsnya pada 2 September 1996. Selanjutnya, jauh dari Jakarta, pada 11 Juli 1997, Harian Waspada di Sumatera Utara meluncurkan Waspada Online (www.waspada.co.id). Tak lama setelah Waspada Online, muncul Kompas Online (www. kompas.com) pada 22 Agustus 1997. 

Merekalah generasi pertama media online di Indonesia. Kontennya hanya memindahkan halaman edisi cetak ke internet, kecuali tempointeraktif yang tidak lagi memiliki edisi cetak. Pada tahun-tahun ini berita-berita yang tayang di situs-situs media online itu bersifat statis. Internet pun belum begitu populer di tanah air. Selain itu, situs-situs berita itu belum berorientasi bisnis. 

Generasi pertama Media Online di Indonesia


Sejumlah petinggi media tersebut yang dihubungi AJI Indonesia bercerita tentang konsep awal mereka terjun ke online. Edi Taslim, Vice Director PT Kompas Cyber Media, menceritakan, konsep awal Kompas Online hanya memindahkan konten Harian Kompas ke internet. Redaktur tempo.co (nama baru tempointeraktif. com), Widiarsi Agustina, mengemukakan tempointeraktif. com bukan merupakan versi online dari Majalah Tempo yang dibredel tahun 1994. 

Namun, seperti halnya majalah, tempointeraktif.com di-update mingguan. Daru Priyambodo, Pemimpin Redaksi tempo.co, mengemukakan hal yang sama. Media-media online yang muncul pada tahun-tahun pertama ini sebenarnya hanya salinan dari versi cetak. Mereka belum memiliki model bisnis yang dirancang untuk menghasilkan laba karena media ini dilahirkan sebagai simbol prestise. 


Detik Sang Pelopor Media Online di Indonesia


Khasanah media online yang statis berubah sejak detik.com muncul. Digagas oleh empat sekawan yaitu Budiono Darsono, Yayan Sopyan, Abdul Rahman dan Didi Nugrahadi, www.detik.com diunggah pertamakali pada 9 Juli 1998. Tidak ada media cetak yang mengindukinya. Detik muncul sebagai media online otonom. Meski menyandang nama Detik, tidak ada hubungan apapun antara detikcom dengan Tabloid Detik dan Detak kecuali bahwa Budiono dan Yayan pernah menjadi editor di Tabloid Detik. 

Sapto Anggoro, jurnalis awal detik.com, menceritakan dalam buku “Detikcom: Legenda Media Online” (2012), Budiono sebenarnya sempat menganggur sebagai “jurnalis” selama beberapa tahun selepas dari tabloid Detik. Ia sibuk mengurus Agrakom, bisnis web developer yang ia dirikan bersama rekannya. Momen perubahan sosial politik di tahun 1998 menggerakkan Budiono untuk membuat sebuah media baru yang tidak mudah dibredel dan mampu memberikan informasi secepat mungkin tanpa harus menunggu dicetak besok pagi. 

Budiono sempat menawarkan konsep media online itu kepada Harian Kompas yang merupakan klien perusahaan Agrakom. Tawaran itu tak bersambut. Budiono tak patah arang. Bersama tiga rekannya, ia meluncurkan detik.com dengan modal awal Rp 40 juta. Tanpa dukungan media cetak, seperti media online generasi pertama, www.detik.com mengenalkan langgam berita baru: ringkas to the point. Kerap, atas nama kecepatan, berita detik.com tidak selalu lengkap dengan unsur 5W + 1H layaknya pakem baku jurnalistik. 

Budiono mengenalkan langgam running news, yakni sebuah penyajian berita serial yang meniru cara breaking news stasiun berita CNN atau yang biasa juga diterapkan pada kantor-kantor berita asing seperti AP, AFP, atau Reuters. Konsep ini mendapat tempat di hati pembaca di tengah penetrasi internet yang sangat rendah dan berbiaya mahal.

Sumber: Media Online: Pembaca, Laba, dan Etika - ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) INDONESIA untuk Cekiwir.com Situs Media dan Berita Online Terkemuka di Indonesia dan
Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com


Generasi pertama Media Online di Indonesia - Kumau Info

Selasa, 07 April 2015

Kuliner Martabak paling enak di Jakarta

Jakarta sebagai ibukota negara tentunya terdapat beraneka macam kuliner jajanan yang ada hampir di seluruh wilayah Indonesia. Bisa saja jajanan dari daerah tersebut telah di modifikasi sedemikian rupa hingga lebih menarik untuk menghadapi persaingan. Seperti halnya dengan Kuliner Martabak paling enak di Jakarta.

Martabak merupakan salah satu kuliner Indonesia yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jajanan ini cocok dinikmati bersaman minuman ringan seperti teh dan kopi dalam berbagai suasana. Banyak penjual kuliner ini di seputar Jakarta, dengan beragam rasa, bentuk dan harga. Berikut beberapa nama Kuliner Martabak paling enak di Jakarta yang patut dicoba.


Kuliner Martabak paling enak di Jakarta


Kuliner Martabak paling enak di Jakarta


Martabak Boss

Lokasi berada di Jalan Yusuf Adiwinata 33 Menteng Jakarta Pusat. Martabak Boss menyajikan martabak manis khas Bandung dengan bahan cokelat Ovomaltine. Naman perlu diperhatikan biasanya di atas jam enam sore, antrian panjang sudah mulai terasa.

Martabak San Fransisco

Salah satu martabak paling enak di Jakarta ini cabang Bandung, berlokasi di Jalan Raya Bintaro Utama Sektor 5, Tangerang Selatan. Tiga menu spesialnya, seperti martabak asin, special mix, dan martabak manis, melayani delivery order lewat telepon.

Martabak Bandung Raya

Lokasi di Jalan Fatmawati Raya, dengan nama kedai yang bertuliskan Bandung sebagai merek dagang. Martabak Bandung Raya sudah ada sejak tahun 1981 dengan rasa yang paling unik di sini yakni martabak durian.

Martabak Sinar Bulan

Martabak bangka ini berada di Jalan Muwardi, Grogol. Lokasi strategis dan mudah di jangkau dengan beragam pilihan rasa, mulai dari rasa keju, cokelat kacang dengan wijen serta rasa kombinasi antara keju dan nutela.

Martabak 65A Pecenongan

Berlokasi di Pecenongan merupakan juaranya martabak di daerah Jakarta Pusat dan sekitarnya dengan harga variasi antara Rp 25.000 sampai Rp 115.000 dengan rasa andalannya yakni toblerone, nutella, keju, pisang, dan kacang mede. Kulit martabak di sini sangat lembut walaupun sudah disimpan sampai pagi hari. dan bebas dari bahan kimia.

Martabak D´Marco

Martabak D´Marco Cafe berlokasi di Jalan Sabang No.43A, Jakarta Pusat. Nikmati perpaduan hangatnya martabak dengan rasa sejuk es krim di atasnya. Rasakan perpaduan khas antara lezatnya keju dan kesegaran buah asli strawberry, namanya adalah Martabak Ice Cheeseberry.

Martabak Bandung Erwin

Martabak Erwin berada di daerah Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur ini dijual mulai dari harga mulai Rp 18.000 untuk martabak spesial keju. Walaupun murah, rasa yang diberikan oleh Martabak Erwin sangat nikmat.

Martabak Favorit
Salah satu martabak paling enak di Jakarta Timur  tepatnya seberang Warung Pasta Rawamangun, Jakarta Timur. Harga martabak manis dan telor di sini memang cukup mahal, namun lembutnya keju dipadukan dengan susu kental manis yang mantap pastinya akan memuaskan para pecinta kuliner martabak.

Selama berburu Martabak paling enak di Jakarta - Kumau.info

Sarapan Mencegah Kegemukan

Sarapan Mencegah Kegemukan. Bagi orang yang ingin tetap langsing sebaiknya tidak boleh melewatkan sarapan pagi. Berdasarkan studi yang dipublikasikan Jurnal Pediatrics edisi Maret 2008, anak-anak dan remaja yang melewatkan makan pagi berisiko mengalami kegemukan atau obesitas.

Dengan melibatkan 2.216 responden anak-anak & remaja di wilayah Minneapolis-St Paul, Minnesota, USA, studi tersebut selama lima tahun meneliti sejumlah faktor seperti masalah pola makan, berat badan, serta gaya hidup. Menurut studi itu, saat ini lebih dari sepertiga remaja yang berusia 12 hingga 19 tahun, mengalami kelebihan berat badan / menghadapi risiko mengalami obesitas.

Para responden wajib mengisi survei mengenai pola makanan serta memberi keterangan mengenai tinggi, berat, indeks massa tubuh, & kegiatan fisik mereka. Hasil studi menunjukkan, semakin rutin remaja melakukan sarapan pagi, semakin rendah pula indeks massa tubuh mereka.

''Dalam studi ini kami menemukan bahwa anak-anak yang sering menikmati sarapan terutama setiap hari, secara keseluruhan mereka lebih sehat, terutama dalam hal gaya hidup mereka,'' ujar ketua tim studi dari University of Minnesota School of Public Health, Mark Pereira.


Sarapan Mencegah Kegemukan

Sarapan Mencegah Kegemukan 


Menurut Pereira, menarik untuk memperhatikan bahwa anak-anak & remaja yang makan pagi setiap hari, secara keseluruhan, memiliki pola makan yang jauh lebih baik. ''Dan, secara fisik lebih aktif,'' jelasnya. Studi Pereira memperkuat teori yang sudah ada sebelumnya bahwa orang yang makan pagi dapat mengendalikan nafsu makan mereka sepanjang hari. Kondisi ini juga dapat mencegah mereka makan secara berlebihan saat santap siang / malam.

Periera juga semakin memperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Massachusetts, yang mengungkapkan bahwa sarapan secara teratur dapat menurunkan risiko obesitas. Para peneliti di Universitas Massachusetts juga membuktikan bahwa pola makan & frekuensi makan, serta kebiasaan sarapan berkaitan erat dengan risiko menderita obesitas.

Mereka juga menemukan bahwa makin sering seseorang mengkonsumsi makanan saat sarapan, maka makin kecil risiko menderita kegemukan. Temuan ini agaknya bertolak belakang dengan pendapat umum yang selama ini berlaku. Bukankah makin sering mengkonsumsi makanan mengakibatkan makin banyak energi atau lemak yang dimasukkan ke dalam tubuh & karena itu makin banyak yang disimpan sebagai lemak?

Melalui publikasinya pada American Journal of Epidemiology belum lama ini, tim peneliti tersebut mengungkapkan bahwa orang yang mengkonsumsi makanan sampai dengan tiga kali per hari berisiko menderita obesitas 45% lebih tinggi daripada orang yang mengkonsumsi makanan empat kali / lebih.

Mengapa demikian? Frekuensi makan yang rendah berkaitan dengan sekresi insulin yang tinggi. Insulin dapat berperan sebagai penghambat enzim lipase, yakni enzim yang memecah lemak. Makin banyak insulin yang disekresikan, makin besar hambatan pada aktivitas enzim lipase. Akibatnya, makin banyak lemak yang ditimbun di dalam tubuh. Para peneliti juga menemukan bahwa asupan energi cenderung meningkat ketika sarapan dilewatkan.

Yunseng Ma, ketua tim peneliti tersebut, mengemukakan, orang yang tidak sarapan merasa lebih lapar pada siang dan malam hari daripada mereka yang sarapan. Mereka akan mengkonsumsi lebih banyak makanan pada waktu siang & malam hari. Asupan makanan yang banyak pada malam hari akan berakibat pada meningkatnya glukosa yang disimpan sebagai glikogen.

Lantaran aktivitas fisik pada malam hari sangat rendah, glikogen kemudian disimpan dalam bentuk lemak. Penelitian pada hewan juga menunjukkan, hewan yang tidak diberi makan pada pagi hari cenderung mengonsumsi makanan secara berlebihan pada siang & malam hari.

John M de Castro, peneliti dari Departemen Psikologi Universitas Texas, yang melakukan penelitian terhadap 375 pria dan 496 wanita juga menemukan bahwa proporsi asupan pangan pagi hari berkorelasi negatif dengan asupan pangan total selama satu hari. Ini berarti, sarapan pagi menurunkan asupan pangan dan energi total.

Menurut Castro, ada dua penjelasan yang memungkinkan hal tersebut terjadi. Pertama, melewati pagi hari tanpa sarapan apalagi dengan mengkonsumsi minuman berenergi mengakibatkan perubahan pada ritme, pola, dan siklus waktu makan. Orang cenderung lebih banyak makan pada siang & malam hari apabila mereka tidak sarapan. Kedua, yang juga berkaitan dengan penjelasan pertama, adalah makanan pada pagi hari lebih mengenyangkan daripada makanan pada siang & malam hari. Sarapan pagi berperan mengurangi rasa lapar pada siang & malam hari.

Sabtu, 04 April 2015

Asal Usul Martabak Indonesia

Di Indonesia, hampir setiap orang mengenal makanan yang satu ini, martabak. Tapi apakah tahu juga asal usul Martabak tersebut? Tahukah Anda Martabak paling enak di Jakarta? Mengapa ada dua macam martabak? Entah benar atau tidak, berikut sedikit penjelasannya.

Konon katanya asal usul martabak berasal dari India. Jika dikaitkan dengan bentuk makanan di India yang mirip martabak adalah Purata, Nan, Roti Cane. Roti Cane, Chappaty, Poory, Samosa, yang masuk dalam kategori makanan sedang atau ringan, namun bisa juga menjadi menu makanan utama disana. Selain itu ada yang namanya moortaba, dengan cara membuatnya: Adonan tepung terigu yang dibentuk sebesar telur ayam, kemudian dibanting-banting dan dilebarkan di atas marmer atau kaca tebal agar membentuk ukuran berdiameter kurang lebih 40 cm. Kemudian adonan tersebut kemudian diisi telur/kentang dan digoreng. Setelah itu makanan tersebut dihidangkan dengan kare/gulai kambing.

Asal Usul Martabak Enak Indonesia


Moortaba tersebut yang sangat mirip martabak di Indonesia. Lantas siapa yang menyebarkan di Indonesia? 


Asal Usul Martabak Indonesia


Dari beberapa sumber menyebutkan:

Pada sekitar awal tahun 1930-an, Ahmad bin Kyai Abdul Karim seorang pemuda yang berasal dari Lebaksiu, Tegal - Jawa Tengah, berkenalan dengan seorang pemuda berasal dari negeri India bernama Abdullah bin Hasan Almalibary di kota Semarang saat berdagang di sebuah pameran.

Abdullah pun diajak berkunjung ke kampung halaman Ahmad di desa Lebaksiu kidul dan berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Kyai Abdul Karim. Kemudian Abdullah mempersunting adik perempuan Ahmad pada tahun 1935.

Abdullah atau biasa disebut Tuan Duloh seorang saudagar pada zaman itu yang memiliki keahlian membuat makanan India yang terbuat dari adonan terigu yang bernama Moortaba. Dengan sedikit variasi dalam mengubah makanan India tersebut, maka terciptalah nama Martabak yang sangat berbeda dengan aslinya dari India.

Di dalam kisah perjalanan Abdullah tersebut, beberapa tokoh Lebaksiu membenarkan kisah tersebut. Dan banyak masyarakat Lebaksiu (Tegal) yang merantau ke beberapa kota di Jawa untuk berdagang Martabak terutama pada saat-saat ada kegiatan pasar malam. Akhirnya makanan modifikasi dari India tersebut menyebar luas di tanah air.

Martabak paling enak di Jakarta


Ada sumber lain yang mengatakan bahwa Martabak (bahasa Arab: مطبق, berarti "terlipat") berasal mula dari wilayah Hijaz karena merupakan makanan yang biasa ditemukan di Arab Saudi (terutama di wilayah Hijaz), kemudian menyebar ke India.

Dalam perkembangannya, nama martabak di bagi dalam 2 jenis, yaitu martabak telor (asin) dan martabak manis yang di beberapa tempat menyebut dengan terang bulan dan sangat berbeda jauh dengan martabak telur baik itu dari bahan sampai pengolahannya.


Kumau Info - Asal Usul Martabak  Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2015

50 Tokoh Pemimpin Terbaik Dunia 2015

50 Tokoh Pemimpin Terbaik di Dunia 2015 versi majalah Fortune. Kali ini Indonesia diwakili oleh sosok perempuan yaitu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sejak Tri Rismaharini menjabat Wali kota Surabaya, sudah 70 penghargaan lebih yang diterima Pemkot Surabaya baik tingkat nasional maupun internasional. Risma memimpin Surabaya tempat kelahiran Cipto Junaedy dengan penuh disiplin dan ketegasan. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran hukum. Kerja keras Risma dengan ketegasan dan kedisiplinan mampu mengubah Kota Surabaya yang sebelumnya terkenal kota paling kotor dan macet menjadi kota metropolis yang bersih dan ramah lingkungan setara dengan kota-kota besar dunia.

Meskipun sering berseberangan pendapat dengan DPRD dikarenakan ketegasan sikapnya, bahkan sempat akan dibawa ke kursi pemakzulan karena disinyalir lahan bisnis beberapa anggota DPRD yang terganggu dengan kebijakannya, Risma menjawab “kenakalan” dan “kesombongan” anggota DPRD dengan kerja keras dan prestasi segudang.

Senior Editor Fortune Geoff Colvin mengatakan, rakyat di mana pun masih mendambakan figur pemimpin yang jujur terhadap tantangan yang mereka hadapi bersama. Mereka menginginkan pemimpin yang menunjukkan keberanian dan melihat harapan. Pesan itulah yang diusung oleh dua walikota yang ada dalam daftar kami, yakni Walikota Detroit Mike Duggan dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan memasukkan nama Tri Rismaharini sebagai 50 Tokoh Pemimpin Terbaik Dunia 2015

50 Tokoh Pemimpin Terbaik Dunia 2015

50 Tokoh Pemimpin Terbaik Dunia 2015


Pria dan wanita yang luar biasa yang mengubah bisnis, pemerintah, filantropi, dan banyak lagi, di tahun 2015 ini menurut http://fortune.com/worlds-greatest-leaders/

1 Tim Cook CEO Apple
2 Mario Draghi President European Central Bank
3 Xi Jinping President People's Republic of China
4 Pope Francis Pontiff Catholic Church
5 Narendra Modi Prime Minister India
6 Taylor Swift Pop Star Big Machine Records
7 Joanne Liu International President Medecins Sans Frontieres
8 John Roberts Jr. Chief Justice U.S. Supreme Court
9 Mary Barra CEO General Motors
10 Joshua Wong Activist Hong Kong Pro-Democracy Movement
11 Johnetta Elzie and DeRay McKesson Prominent voices for nonviolent protest Ferguson, Mo.
12 Jeremy Farrar Director Wellcome Trust
13 James Comey Director FBI
14 Ai-Jen Poo Director National Domestic Workers Alliance
15 Mark Carney Governor Bank of England
16 Ellen Johnson Sirleaf President Liberia
17 Howard Schultz Chairman and CEO Starbucks
18 Bill and Melinda Gates Founders Bill & Melinda Gates Foundation
19 Pete Frates Advocate ALS "Ice Bucket Challenge"
20 Mike Duggan and Kevyn Orr Mayor and Former Emergency Manager Detroit
21 Helena Morrissey CEO Newton Investment Management
22 Beatrice Mtetwa Lawyer Human rights activist in Zimbabwe
23 Elon Musk Co-Founder and CEO Tesla Motors and SpaceX
24 Tri Rismaharini Mayor Surabaya, Indonesia
25 Mark Zuckerberg Founder and CEO Facebook
26 Yao Ming Animal rights activist and former NBA star NBA (Retired)
27 Jeff Bezos Founder and CEO Amazon.com
28 Kailash Satyarthi Founder Bachpan Bachao Andolan
29 Lei Jun Founder and CEO Xiaomi
30 Bayan Mahmoud Al-Zahran Lawyer Saudi Arabia
31 Lebron James Forward Cleveland Cavaliers
32 Mark Bertolini CEO Aetna
33 Ngozi Okonjo-Iweala Finance Minister Nigeria
34 Raj Panjabi CEO Last Mile Health
35 Adm. William McRaven (Ret.) Chancellor University of Texas
36 Carolyn Miles President and CEO Save the Children
37 Frances Hesselbein President and CEO Frances Hesselbein Leadership Institute
38 Jamie Dimon Chairman and CEO JPMorgan Chase
39 Anthony Fauci Director NIAID (NIH)
40 Patrick Awuah Founder and President Ashesi University College
41 Mitch Daniels President Purdue University
42 Richard Pazdur Director FDA's Office of Hematology and Oncology Products
43 Courtney Banghart Head Coach Princeton Tigers Women's Basketball Team
44 Travis Kalanick CEO Uber
45 Jimmy Fallon Host The Tonight Show
46 Daniel Barenboim General Music Director Berlin State Opera
47 Adam Silver Commissioner NBA
48 Richard Liu Founder and CEO JD.com
49 John Mackey Co-CEO, Co-Founder Whole Foods Market
50 Akira Miyawaki Director Japanese Center for International Studies in Ecology

Setelah awal Februari 2015 lalu dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga dunia versi World Mayor Project (WMP), kali ini Rima masuk dalam jajaran 50 pemimpin terbaik versi majalah Fortune.