30 Desember 2017

Kenali Kanker Sejak Dini


Tahukah Anda bahwa kanker adalah penyakit penyebab kematian kedua terbanyak di dunia. Bahkan pada tahun 2015, kanker bertanggung jawab atas 8,8 juta kematian yang artinya 1 dari 6 kematian manusia disebabkan oleh kanker. Selain itu, sekitar 1/3 dari kasus kanker ternyata disebabkan oleh hal yang sering dialami masyarakat seperti BMI (Body Mass Index) yang tinggi (obesitas), rendahnya asupan buah, kurang olah raga, dan konsumsi alkohol?


Kenali Kanker Sejak Dini


Namun apa itu sebenarnya kanker? Kita sering mendengar kanker dan tumor, apa perbedaannya? 

Pada prinsipnya kanker atau tumor adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Misalnya secara normal pertumbuhan sel adalah 100 sel per hari. Namun karena ada suatu kesalahan dan adanya pemicu, maka pertumbuhan bisa menjadi 10.000 sel/hari. Sel-sel yang berlebihan ini kemudian menginvasi ke lapisan jaringan yang lebih dalam dan menyebar (metastasis) ke organ tubuh yang lain.

Perbedaan kanker dan tumor sebenarnya ada pada keganasannya. Tumor adalah pertumbuhan sel yang kita belum ketahui keganasannya, sementara kanker sudah pasti ganas dan harus segera dilakukan tindakan.

Kenali Kanker Sejak Dini


Permasalahan yang sering timbul di Indonesia adalah kebanyakan pasien yang datang ke rumah sakit mengkonsultasikan sebuah benjolan yang ada di tubuhnya atau gejala lain sudah terlanjur masuk ke dalam stadium yang gawat dan memprihatinkan. Hal ini menandakan kemampuan masyarakat untuk menyadari kanker secara dini masih rendah.

Inilah yang menyebabkan dokter terpaksa mengambil keputusan untuk melakukan kemoterapi yang tentu biayanya tidak murah. Bayangkan saja, satu kali kemoterapi harus merogoh kantong sebanyak Rp 15 juta. Sementara satu siklus kemoterapi adalah enam kali yang berarti setiap pasien harus menanggung hingga Rp 90-120 juta termasuk obat dan ruang inap. Belum jika dikalikan jumlah pasien yang ada di seluruh Indonesia, tentu ini akan menjadi beban besar pemerintah melalui BPJS

Penanganan kanker sebenarnya sangat terkait dengan lingkungan dan juga pendidikan masyarakat sekitar. Bagi masyarakat yang belum teredukasi, mereka sering sekali membiarkan benjolan yang ada hingga baru berkonsultasi jika kondisi sudah parah dan mengganggu.

Kesadaran yang baik dapat dilihat dari masyarakat di Singapura, di mana pemerintahnya menggalakan screening kanker pada masyarakatnya, sehingga masyarakat Singapura berhasil menurunkan posisi kanker sebagai penyebab kematian tertinggi nomor dua menjadi nomor delapan di negaranya.

Di Indonesia sendiri, empat kanker terbanyak yang dialami masyarakat secara berurutan adalah kanker serviks, kanker paruparu, kanker payudara, dan kanker usur besar. Dengan angka 99% pasiennya adalah wanita dan mayoritas sudah menikah. Penyebab paling tertinggi adalah kanker pada serviks, disusul aktivitas merokok dan virus (infeksi virus hepatitis dan HPV (Human Papilloma Virus).

Kanker juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti air yang terkontaminasi, ras, warna kulit, dan pola konsumsi makanan. Umur di atas 40 tahun adalah umur yang rawan sehingga diharapkan dapat rutin melakukan screening tanpa perlu menunggu gejala muncul.

Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Tarakan dr. Chandra Dewi Kartika, SpPA menjelaskan tips mendeteksi kanker sejak dini adalah melalui Patologi Anatomi. 

Patologi Anatomi adalah sebuah spesialisasi medis yang berurusan dengan diagnosis penyakit berdasarkan pada pemeriksaan kasar, mikroskopik, dan molekuler atas organ, jaringan dan sel. Biasanya dokter patologi anatomi akan mengambil spesimen tubuh dan melakukan pengamatan mikroskopis hingga dapat melakukan diagnosis yang definitif atas sebuah penyakit.


Kenali Kanker Sejak Dini - Info Kesehatan

0 comments

Posting Komentar

Komentar di Moderasi dan Tidak menerima Link Aktif - Promosi