7 November 2018

Rumania Memiliki Banyak Sejarah Peperangan



Boleh dikatakan negara dengan sejarah perang yang sering terjadi adalah Rumania. Sejarah Rumania adalah sejarah peperangan. Hal ini disebabkan letak Rumania dikepung negeri-negeri yang pernah punya penguasa kuat, sehingga Rumania jatuh kepenjajahan demi penjajahan.

Saat ini, wilayah Rumania tidak lebih luas dari Inggris atau Jerman Barat atau sekitar 235 ribu km2. Diapit oleh Bulgaria di sebelah barat, Yugoslavia di selatan, Hungaria di barat laut, serta Rusia di utara dan timur laut, sejarah Rumania kuno memang cerita pendudukan demi pendudukan. 

Sejarah Peperangan Rumania

Sejarah Peperangan


Bermula dengan Kekaisaran Romawi, yang merentangkan sayapnya ke utara Sungai Danube, kemudian pendudukan Kesultanan Ottoman dari Turki selama lima abad. Namun, selama itu pula bangsa Rumania, campuran antara suku Dacia dari Trakia dan kolonialis Romawi, berhasil menjaga kelangsungan dirinya.

Ketika kejayaan Romawi sudah mulai memudar, dan di tahun 275 mereka menarik mundur pasukannya. Yang tertinggal adalah koloni-koloni yang berbau dengan penduduk setempat, yang melahirkan bangsa Rumania sekarang ini. Sampai hari ini bahasa Romania berakar pada bahasa Latin, yang banyak dipakai di wilayah timur Kerajaan Romawi dulu. 

Keluar-masuknya berbagai bangsa dalam sejarahnya menjadikan Rumania sebuah bangsa dengan banyak etnik: Hungaria Jerman, Slav, Yahudi, Gypsy, Tartar, dan Turki. 

Menyusul kehancuran Romawi, suku-suku datang menyerbu Rumania. Tapi pada saat itulah Rumania justru bisa membentuk tiga wilayah kepangeranan: Moldavia, Wallachia dan Transilvania. Di bawah jajahan Ottoman, bangsa Rumania bertambah gigih.

Zaman ini sarat dengan peperangan dan melahirkan pahlawan-pahlawan besar. Bahkan, di bawah Mikhail Sang Pemberani, Romania sempat mengecap kemerdekaan. 

Para bangsawan Rumania, seperti Pangeran Konstantin Brincoveanu dari Wallachia, yang menyadari bahwa mereka terjebak di antara dua kekuatan besar, dipaksa untuk menjadi diplomat ulung. Ia mengikat perjanjian rahasia dengan Wina, Roma, Prancis, dan raja-raja Polandia yang berniat menggantikan kedudukan Turki di Rumania, tapi tetap tunduk dan terus membayar upeti kepada Kesultanan Ottoman.

Rumania sempat sekali lagi mencicipi kemerdekaan dan bahkan membentuk undang-undang dasarnya yang pertama setelah Perjanjian Adrianopel (1829), sebelum kemudian dikuasai kembali oleh Kerajaan Habsburg dan berada di bawah pengawasan Rusia (1848-1858). 

Baru setelah Perjanjian Berlin (1878) kedaulatan Rumania diakui dunia (Transilvania masih dijajah Habsburg, baru me- nyusul merdeka pada 1 Desember 1918). Ketika itulah, untuk pertama kalinya selama 300 tahun, Rumania bersatu kembali. 

Di akhir Perang Dunia Pertama itu keadaan ekonomi Rumania yang berpihak pada Sekutu morat-marit. Korupsi pun merajalela. Partai Fasis, yang menamakan dirinya Pengawal Besi, mulai melangsungkan aksi-aksi teror terhadap pemerintahan Raja Karol II yang anti-Fasis serta menentang Hitler dan Mussolini. Puluhan tokoh menjadi korban bentrokan kedua pihak. Pada 1938, Karol II menghapuskan semua partai politik dan mengangkat dirinya sebagai diktator. 

Pada saat yang sama, menyadari letak Rumania yang akan terjepit bila meletus Perang Duinia II, Karol II mendekati Inggris dan Prancis, tapi juga menemui Hitler dan Goering. Ketika perang meletus, Rumania tetap anti-Fasis. 

Berbeda dengan tetangga-tetangganya, ia membuka perbatasannya bagi sipil dan tentara Polandia yang melarikan diri, dan menolak menyerahkan warga Yahudinya kepada Nazi. Pada saat Jerman mulai mengalami kekalahan demi kekalahan, Raja Mikhail, putra Karol II, mengambil alih kekuasaan dan balik memerangi Jerman dengan bantuan Sekutu.

Terjadi lagi pertumpahan darah ketika para Pengawal Besi ditangkapi dan dibantai. Pemilu pada 1946 menyimpulkan bahwa partai komunis di Rumania yang terkuat. meraih 89% suara. Maka, setahun kemudian Raja Mikhail dipaksa turun takhta. Pada awal 1947 pihak komunis melakukan konsolidasi kekuatan. Pada 30 Desember tahun itu juga diproklamasikanlah berdirinya Republik Rakyat Rumania, dipimpin oleh Gheorghiu-Dej, sebelum pada 1965 kekuasaan jatuh ke tangan Nicolae Ceausescu.


Sejarah Rumania adalah sejarah peperangan

0 comments

Posting Komentar

Komentar di Moderasi dan Tidak menerima Link Aktif - Promosi