Perayaan Festival Kue Bulan Masyarakat Tionghoa

Perayaan Festival Kue Bulan atau Festival Bulan atau sering juga disebut Festival Pertengahan Musim Gugur bagi masyarakat Tionghoa merupakan perayaan terbesar setelah tahun baru Imlek yang dirayakan setiap tanggal 15 bulan 8 penanggalan China dan biasanya terjadi di minggu ke-2 September hingga minggu ke-2 Oktober pada kalender masehi. Pada tahun ini jatuh pada 21 September 2021.

Perayaan Festival Kue Bulan

Perayaan Festival Kue Bulan

Bulan purnama adalah simbol reuni keluarga dalam budaya Tiongkok. Dikatakan juga bahwa bulan pada malam pertengahan musim gugur adalah yang paling terang dan paling indah. Sehingga perayaan Festival Kue Bulan atau Celebrate Moon Festival ini, masyarakat Tionghoa baik itu yang ada di China maupun di seluruh dunia akan merayakannya dengan berkumpul untuk makan malam bersama, makan kue bulan, membuat sesaji, menyalakan lentera kertas, dan lain sebagainya.

Festival Kue Bulan atau Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival) karena terjadi pada pertengahan musim gugur di China ini, memiliki hari libur beberapa hari (biasanya 3 hari), maka bagi bagi orang Tionghoa yang bekerja jauh dari orang tuanya akan datang agar dapat berkumpul bersama keluarga kembali, atau berkumpul dengan teman-teman lamanya (mirip dengan mudik lebaran).

Beberapa acara yang sering dilakukan pada perayaan festival bulan ini, antara lain:

1. Makan kue bulan

Kue bulan adalah makanan paling representatif dan identik pada Festival Kue Bulan Pertengahan Musim Gugur, karena bentuknya yang bulat seperti bulan purnama dan rasanya yang manis. Semua anggota keluarga biasanya berkumpul dan memotong kue bulan ini menjadi beberapa bagian untuk berbagi rasa manisnya.

Saat ini, kue bulan dibuat dalam berbagai bentuk, bukan lagi bulat seperti dahulu (persegi, berbentuk hati, berbentuk binatang, dll) serta dibuat dalam berbagai rasa, tidak hanya manis, agar lebih menarik dan menyenangkan bagi berbagai konsumen. Bahkan di beberapa pusat perbelanjaan, dijual kue bulan super besar dengan tampilan menarik dipajang untuk menggoda pembeli.

2. Membuat Lentera Warna-warni

Kemeriahan Festival Kue Bulan (Celebrate Moon Festival) ditandai dengan banyaknya lentera warna-warni yang terbuat dari kertas. Bentuk lentera yang beragam seperti menyerupai binatang, tumbuhan, atau bunga, digantung di rumah, di halaman, di jalanan, menciptakan pemandangan indah di malam hari.

Beberapa masyarakat Tionghoa menulis doa dan harapan-harapan untuk kesehatan, panen, pernikahan, cinta, pendidikan, dll, pada lentera tersebut. Bahkan ada yang menerbangkan lentera ke langit atau mengapungkan lentera di sungai agar doa dan harapan menjadi kenyataan.

3. Menghargai Bulan

Menurut legenda ada peri bernama Chang’e (dewi bulan) yang tinggal di bulan dengan seekor kelinci lucu. Oleh karena itu, pada malam Festival Bulan, banyak orang-orang Tionghoa menata meja di halaman dengan berisi kue bulan, makanan ringan, buah-buahan, dan sepasang lilin menyala di atasnya. Beberapa dari percaya bahwa dengan memuja bulan, Chang’e (dewi bulan) dapat memenuhi keinginan mereka.

Selain itu, biasanya mereka juga mengatur meja di luar rumah dan duduk bersama untuk mengagumi bulan purnama sambil menikmati kue bulan dan makan malam bersama. Orang tua terkadang menceritakan legenda tentang Chang’e Terbang ke Bulan kepada anak-anak kecil.

Di zaman modern ini, selain melakukan kegiatan tradisional, banyak masyarakat Tionghoa yang juga membagi-bagikan angpao, memberikan ucapan selamat via smartphone, hingga berlibur untuk merayakan festival kue bulan (Celebrate Moon Festival).

 

Perayaan Festival Kue Bulan Masyarakat Tionghoa

You May Also Like

About the Author: Kumau Info

Blogger yang ikut meramaikan dunia maya dengan informasi dan pengetahuan berdasarkan sumber terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *